dalam Spiritual

Ketertarikan mempelajari bahasa Arab di Indonesia pada beberapa tahun terakhir secara kasat mata meningkat, hal itu sejalan dengan viral nya dakwah-dakwah Islam yang ada di media sosial.

Berbondong-bondong orang ingin mempelajari lebih dalam mengenai bahasa surga ini, saya pun tertarik untuk ingin tahu tentang alasan-alasan mereka memperdalam bahasa arab, dan dengan survey kecil-kecilan, saya mendapati 1 (satu) alasan utama kenapa saat ini bahasa Arab sedang naik daun untuk dijadikan keahlian seseorang.

Yaitu ingin lebih men-tadabbur-i kandungan-kandungan isi alquran, hadis, kitab-kitab ulama klasik, dan yang lebih penting lagi yaitu bisa men-tadabbur-i bacaan-bacaan pada saat Sholat, agar lebih khusyu’ dan feel nya lebih dapat jika kita mempelajarinya.

Maka dari itu, izinkan saya mereview beberapa lembaga kursus bahasa Arab di Surabaya yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih, disini saya menggunakan 5 (lima) kriteria penilaian, yaitu :

  • Kurikulum
  • Fasilitas
  • Pengajar
  • Manajemen
  • Lokasi

Alhamdulillah sudah setahun ini saya mencoba mensurvey, mereview dan mengikuti 3 (tiga) lembaga kursus bahasa Arab yang ada di Surabaya, berikut hasil review sederhana yang bisa saya tuangkan.

Muyassaroh

buku muyassaroh

  • Kurikulum = ⭐️⭐️⭐️⭐️ – Ada kurikulum standar dari mereka, dengan target 36 jam bisa membaca Arab gundul, dimulai dengan dasar-dasar ilmu sharaf, dasar ilmu nahwu, advance sharaf dan advance nahwu. Muyassaroh punya rumus-rumus sendiri yang mudah dihafal, dan langsung praktek membaca di kitab kuning.

 

  • Fasilitas = ⭐️⭐️⭐️ – Ini yang menjadi pelajaran penting untuk muyassaroh, yaitu fasilitas yang masih perlu ditingkatkan, saya mendapat lokasi di Jl. Rungkut Barata No.1, sebuah rumah besar namun tidak terawat, kami menggelar kelas di ruang tamu rumah tersebut. dan Alhamdulillah kabar terakhir yang saya dapat, Muyassaroh bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Al Hikmah untuk menggelar kursus bahasa Arab di Masjid Al Hikmah Gayungsari.

 

  • Pengajar = ⭐️⭐️⭐️ – Dari sisi pengajar, alhamdulillah bertemu dengan 3 (tiga) orang pengajar, dan semuanya sudah berpengalaman, yang paling menonjol adalah Ustadz Abdul Baasith, karena wawasan keislamannya juga sangat luas. Jadi kita sering diskusi-diskusi diluar konteks bahasa Arab pada saat sesi pembelajaran. Dan itu menjadi intermezzo yang sangat bagus. Bisa menjadi ice breaking ditengah penat dan padatnya materi.

 

  • Manajemen = ⭐️⭐️⭐️⭐️ – Manajemen sudah baik, mulai dari bertanya mengenai pendaftaran, customer support, payment, hingga customer retention nya.

 

  • Lokasi = ⭐️⭐️⭐️– Seperti di poin 2, saya bekesempatan mencicipi kelas Muyassaroh di Jl. Rungkut Barata, dimana itu relatif dekat dengan lokasi tempat tinggal saya. 

 

BISA

BISA Surabaya

  • Kurikulum = ⭐️⭐️⭐️⭐️ – Hampir mirip seperti Muyassaroh, BISA mempunyai buku panduan sendiri terkait pengajarannya. Didalamnya berisi rumus-rumus cepat mengenai nahwu dan sharaf. Secara isi lebih baik, karena didalam masing-masing rumus diberikan penjalasan detail. Dan hal ini memudahkan bagi orang-orang yang ingin belajar secara otodidak.

 

  • Fasilitas = ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️- Fasilitas yang lengkap, ada ruang-ruangan belajar yang dinamai dengan nama-nama para sahabat Nabi, ada tempat bermain untuk anak kecil meskipun sederhana, namun tempat parkir untuk mobil di pinggir jalan biasanya dipakai orang lain. Jadi biasanya (yang pakai mobil) harus mengalah mencari space lain yang masih kosong dan harus sedikit berjalan menuju lokasi BISA.

 

  • Pengajar⭐️⭐️⭐️⭐️ – Sayang sekali, pertama kali kelas saya mendapatkan ustadz secara kasat mata masih belum banyak jam terbang, karena penjelasan materinya terlalu berputar-putar dan bahkan tidak sesuai kurikulum yang ada.

 

  • Manajemen = ⭐️⭐️⭐️⭐️- Walaupun beberapa kali ketika chat WhatsApp ke manajemen terlihat tidak responsif, namun secara overall sudah cukup bagus, dan yang membuat saya apresiasi adalah manajemen meenawarkan kelas khusus dan gratis ketika saya berhalangan hadir, tujuannya agar saya bisa satu frekuensi lagi / tidak tertinggal secara penyampaian materi dengan yang ada di kelas.

 

  • Lokasi = ⭐️⭐️⭐️⭐️- Berada di Jl. Ngagel Jaya Tengah 104 membuat BISA bisa terjangkau sangat mudah oleh warga Surabaya, karena terletak di tengah kota.

 

Al Iman / STAI Ali Bin Abi Thalib

STAI Ali Bin Abi Thalib

  • Kurikulum = ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ – STAI Ali Bin Abi Thalib memakai buku panduan baina yadaik, dan menurut saya ini pilihan terbaik, karena metode yang diterapkan adalah metode human learning of language, maksudnya yaitu belajar dengan langkah
    mendengar => mengucapkan => membaca => menulis.
    Hal ini sangatlah cocok bagi diri pribadi saya. Dan saya merasa nyaman karena metode tersebut (karena masih awam), selain itu saya juga terkesan tidak terkejar waktu, karena program ini tersusun selama 2 tahun atau 4 semester, semoga bisa terus istiqomah. Amin.

 

  • Fasilitas = ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ – Fasilitas paling baik dan layak diantara yang lain. Karena memakai komplek STAI Ali, ruang kelas nyaman, masjid besar, tempat parkir yang luas. 

 

  • Pengajar = ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ – Pada semester 1 ini saya mendapatkan ustadz Musta’in, dan beliau sangatlah cocok menjadi pengajar bahasa, karena sangat sabar (iya, kelas saya terdiri dari orang tua yang kemampuan belajarnya tidak secepat yang muda) namun beliau selalu tekun menuntun kami. Selain itu beliau nya selalu fun dan rileks, kelas dipastikan refresh setiap saat. Semoga asatidz lain juga karakternya mirip dengan beliau.

 

  • Manajemen = ⭐️⭐️⭐️⭐️-  Pada awal pendaftaran, Respons manajemen sangatlah bagus, kita dibuatkan grup whatsApp khusus bagi calon murid, kemudian semua pengumuman terpusat disana, namun yang menjadi bahan koreksi adalah mengenai pembayaran SPP, kita tidak ada kejelasan, tagihan atau semacamnya (ya, mental orang Indonesia sangat pasif jika mengenai bayar-membayar). Maka dari itu kalau boleh saran dibuatkan reminder otomatis via SMS ataupun email terkait pembayaran SPP.

 

  • Lokasi = ⭐️⭐️⭐️⭐️ – Terletak di Jl. Sidotopo Kidul atau Surabaya Utara membuat saya harus menempuh waktu 1 jam lebih dari rumah. Tapi memang apa mau dikata, menuntut ilmu butuh perjuangan. Jarak tersebut tidak ada apa-apanya jika kita mengingat kisah Jabir bin Abdillah RA yang harus menempuh perjalanan dari Madinah ke Syam selama 1 (satu) bulan yang hanya untuk menuntut ilmu dan mengklarifikasi 1 (satu) buah hadis. 

Kesimpulan

Itulah review sederhana 3 (tiga) lembaga kursus bahasa Arab yang ada di kota Pahlawan, Jadi kesimpulannya, untuk anda yang sudah mahir, anda bisa memilih Muyassaroh dan BISA. Jika anda pemula seperti saya, saran saya anda memilih STAI Ali bin Abi Thalib, karena secara kurikulum sangat cocok sekali bagi orang awam.

Leave a Reply

Komentar

Komentar

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of