dalam Spiritual

Laits bin Saad adalah seorang Tabiin yang alim dan kaya raya, bahkan menurut sebuah cerita, tiap tahun beliau berpenghasilan ratusan miliar rupiah. Dan uniknya, beliau tak pernah membayar zakat maal, kenapa? karena sebelum waktu haul, beliau menyedekahkan semua hartanya itu hingga hampir habis (kurang dari nishab atau < Rp.50 juta). ~ tiap tahun sedekah ratusan miliar!

Tidak berhenti di situ, kisah yang akan saya angkat atau soroti terkait kewibawaan seorang guru (yang zaman ini perlahan mulai memudar) yaitu kisah Laits bin Saad dan Imam Malik rahimahumullah.

Laits bin Saad dan Imam Malik hidup se-zaman, mereka sering bertukar pikiran, dan saling menganggap guru satu sama lain, dan yang masyhur di kalangan kita adalah Imam Malik merupakan salah satu Imam Mahzab terbesar. Dan lebih faqih dan Allah memberikan kelebihan taufiq kepada Beliau.

Suatu saat Laits Bin Saad memberikan hibah atau hadiah uang sebanyak 100 dinar (+- Rp. 200 juta) kepada sang Imam, namun kemudian sang Imam menulis sepucuk surat kepadanya,

“Sungguh kami memiliki hutang”

dan Imam Malik pun mengembalikannya 500 Dinar (sekitar Rp. 1.000.000.000) atau sebanyak 5x lipat kepadanya!

Dan pembaca-pun seperti saya langsung speechless ketika mendengar adab, akhlak dan perilaku yang ditunjukkan seorang Imam Malik,
yang jika seseorang normal tidak mungkin akan melakukannya.
Bahkan dengan logika zaman sekarang, hal itu (memberikan hadiah ke guru / orang yang lebih alim) itu menjadi hal yang biasa atau lumrah.
Dan guru pun menerimanya dengan sukarela dan senang hati (Iya, karena memang mereka adalah seorang guru dan berhak untuk kita hormati atau hargai, salah satunya dengan menyenangkan mereka via hadiah)

Namun, Imam Malik sebaliknya, beliau merasa itu hutang dan bahkan mengembalikannya dengan nominal 5x lipat!

Adakah seorang guru / soerang alim yang bersikap luar biasa seperti itu di zaman sekarang?

Inilah salah satu penyebab ulama klasik sangat mempunyai wibawa kelas langit, dan juga terus dan selalu akan menjadi ibrah untuk generasi selanjutnya, karena selain berilmu, adab dan akhlaknya sungguh luar biasa untuk kita jadikan suri tauladan.

 

Barakallahufiikum.

Leave a Reply

Komentar

Komentar

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of
  • Konten Terkait dengan Tag