dalam Spiritual

Suatu ketika dua orang yahudi sedang berdiskusi
A : Saya Ingin menulis buku tentang rahasia yahudi dapat menguasai dunia.
B : Saya tidak setuju,
“Jangan kau tuliskan rahasia keberhasilan kita jadi sebuah buku, jika umat Islam membacanya bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita”
A : Jangan khawatir “Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia sukses yahudi, jika dicetakpun orang Islam tidak akan membacanya. Karena mereka tidak suka membaca”

B : Kalo mereka membaca ?
A : Jangan kuatir ! “Jika mereka membacapun, kita tidak perlu khawatir, karena mereka tidak suka berfikir …”.

B : “Tapi bagaimana jika ada diantara mereka yang membaca dan mau memikirkannya ?”…
A : “Tenang saja dan tidak perlu khawatir … meski mereka membaca dan memikirkannya, tidak akan menjadi apa apa juga, karena mereka tidak akan mau mengerjakannya”

B : Diam sejenak sambil menarik napas. Lalu bertanya kepada A “Mengapa kamu begitu yakin ?”.

Dengan tenang A Menjawab, “Lihat saja apa yg mereka lakukan terhadap Kitab Suci mereka, mereka hanya jadikan pajangan, mainan, perlombaan, dan maskawin. Kalau saja mereka Membaca , Memikirkan dan Mengerjakannya … tentu Mereka (Umat Islam) SUDAH MENGUASAI DUNIA LEBIH DULU “

(Cerita diatas saya cuplik dari chat Bapak Iin Budianto di Grup WhatsApp Member KPMI Surabaya)

——

Sepenggal cerita ini langsung menancap ke sanubari. Kepingan puzzle yang selama ini saya cari perlahan terisi.

Dari video YouTube Dan Lok tentang buku, Ustadz Nuzul Dzikri tentang Hidayah, hingga akhir-akhir ini sering sekali mendengarkan kajian Ustadz Budi Ashari mengenai peradaban Islam, dan tentunya mengenai pertanyaan yang selama ini seringkali menghantui kepala saya.

Kenapa Islam yang dulu berjaya, kini melemah?

Kenapa Islam yang sempat menguasai 1/3 dunia kini hanya sekedar hanya dibuat cerita kebanggaan?

Janji Allah yang mengatakan bahwa Alquran adalah petunjuk bagi manusia, tetapi kenapa malah banyak muslim (termasuk penulis) sering kali kehilangan dan tidak tahu arah?

Allah menjawab dengan indah lewat cerita diatas, Masya Allah.

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

Leave a Reply

Komentar

Komentar

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of
  • Konten Terkait dengan Tag