dalam Ekonomi, Kehidupan

Kembali saya membahas tentang kebahagiaan.

Setelah terkejut dengan hasil Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017, yang menobatkan provinsi di Indonesia Timur menjadi juaranya.

Saya menemukan sebuah grafik yang unik ketika membaca buku Living The 80/20 Way karya Richard Koch,

Yaitu grafik yang membahas :

  1. Tingkat Kebahagiaan dibanding dengan Jumlah Kepemilikan
  2. Tingkat Kebahagiaan dibanding dengan Tingkat Kerja Keras

Ternyata dari kesimpulan buku tersebut, Pada gambar 13 (Happiness vs Ownership) titik tertinggi kebahagiaan manusia adalah ketika kita berada di tengah-tengah sumbu ownership atau kepemilikan.

Atau dalam artian jika kita ingin mencapai puncak kebahagiaan maka kita harus tidak terlalu kekurangan (sangat miskin), namun juga tidak terlalu banyak harta (sangat kaya).

Dan pada gambar 14 (Happiness vs Hard Work)  juga mirip, yaitu berada di tengah-tengah sumbu x,

yang artinya kita bisa mencapai titik kebahagiaan dengan tidak bermalas-malasan dan tidak juga menjadi work-a-holic atau bekerja terlalu keras.

Atau mungkin bisa di narasikan dengan sebuah istilah terkenal, Work-Life Balance.

Kemudian jika dilihat dari perspektif Islam, Hal ini selaras dengan salah satu firman Allah di kitabnya.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً

“Dan yang demikian itu Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat pertengahan…”

(QS Al Baqarah : 143)

Dalam Kitab Taisir Lathifil Manan atau Tafsir As Sa’di menyebutkan atau menafsirkan bahwa umat Islam itu harus adil dalam segala hal.

Di ayat yang lainnya :

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. ”

(QS. Al Furqan: 67).

Dan pada hadis (walaupun sanadnya di-dhoifkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth), Rasulullah pernah bersabda :

مِنْ فِقْهِ الرَّجُلِ رِفْقُهُ فِى مَعِيشَتِهِ

“Di antara tanda cerdasnya seseorang adalah bersikap pertengahan dalam penghidupan (membelanjakan harta).”

(HR. Ahmad 5/194)

 

Jadi bisa ditarik kesimpulan yang sederhana,

Be Balance, Be Happy.

 

Wallahu A’lam

Baarakallahufiikum.

0 0 vote
Article Rating

Komentar

Komentar

Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments