dalam Kehidupan

Sebenarnya ini saya minta istri untuk nulis, tapi karena segala kesibukannya, belum terlaksana sampai saat ini.

Alhamdulillah, saya diberikan Allah hadiah spesial sejak kecil, alergi. Dan alergi saya adalah gatal-gatal hingga kulit luka dan membekas seperti gambar dibawah ini.

alergi

Bekas alergi ketika kecil (nyomot dari internet, jadi bukan kaki saya sendiri, but mirip)

Saya ingat pada saat TK, sampai-sampai kaki saya dikelilingi lalat 😅(karena saking banyaknya luka terbuka akibat alergi). Dan dulu banyak yang bilang karena saya alergi susu sapi, maka dari itu susu formula saya sampai ganti yang susu kedelai, merk “Bonus” (sekarang sudah discontinue kayaknya).

Singkat cerita, ternyata hadiah itu terwariskan ke anak-anak, Barakallah.

Ketika umur 1 tahun, anak pertama langsung luka-luka akibat gatal dan digaruk di bagian pipi. (Gambar menyusul ya, nyari arsipnya lama 😄)

Akhirnya saya dan istri berikhtiar untuk konsultasi ke dokter di area Surabaya.

Sebelum ke spesialis alergi, kami sudah mengunjungi dokter spesialis anak, dr. Achmad Yuniari Sp.A. dan dr. Diana Sp.A, tapi belum menemukan solusi yang signifikan,

  • Kami dapat krim dari beliau-beliau yaitu Sudocream, ga ngaruh.
  • Terus beli Sebamed. ga ngaruh.
  • Beli elocon di suru beberapa orang. Ngaruh, tapi takut steroid
  • Beli sabun dan lotion cetaphil restoraderm, ga ngaruh
  • Beli sabun dan lotion mustela stelatopia ga ngaruh
  • Ke dokter lain dan di suru pake physiogel. Kita beli ga ngaruh juga
  • Beli krim QV yg katanya bagus di ausssie ternyata ga ngaruh

maka dari itu kami memutuskan untuk langsung ke dokter spesialis alergi.

1. Prof. Dr. dr. S. Sahat Pohan

Yup, dokter yang kami kunjungi pertama kali adalah Prof. Dr. dr. S. Sahat Pohan, yang praktik di Raya Kertajaya Indah. Beliau adalah Spesialis Kulit dan Kelamin, dan juga ada embel-embel (K) yang berarti Konsultan.

Kami mengunjungi Prof. Sahat karena adik ipar saya sering mengunjungi beliau (case jerawat). Maka dari itu sekalian kami kesitu.

Ketika periksa, anak saya agak sedikit takut memang (wajar ya anak 2 tahun), kemudian setelah beberapa saat, Prof. Sahat bilang bahwa anak saya alergi debu. Hmm, saya dan istri sempat beberapa saat berfikir, perasaan di rumah ya ga kotor-kotor amat. Tapi okelah, kami terima pesan tersebut.

Dan beliau meresepkan sabun cair yang tanpa deterjen, Ceradan.

Image result for ceradan wash

 

2. Prof dr Ariyanto Harsono SpA(K)

Setelah sekitar 6 bulan berlalu, ternyata tidak ada tanda-tanda membaik, akhirnya kami putuskan untuk cari second opinion. Dan setelah istri mencari-cari, kami pilih Prof DR Dr Ariyanto Harsono SpA(K) yang praktik di Apotik Kimia Farma Jl. Raya Darmo.

Sebelum itu, istri beli sabun baru, rekomendasi dari selebgram @mmehuillet. Yaitu LRP

Image result for laroche posay soap

Tapi hasilnya belum juga signifikan. Namun sabunnya lebih enak daripada Ceradan, akhirnya tetap dipakai sampai kami menulis blog ini.

Setelah mengantri cukup lama, akhirnya anak saya diperkenankan masuk, dan langsung menjalani tes alergi berupa tes tusuk kulit (prick test).

Image result for tes tusuk kulit

Dan hasilnya hampir alergi semua makanan, kecuali daging sapi, sayuran dan buah 🤣

Dan akhirnya selama berbulan-bulan, si kecil cuma makan olahan daging saja, mulai dari dibuat soto, rawon, oseng-oseng, dll.

Tapi lama-lama kasihan juga, dia kayak bosen “kok daging terus?”

Itupun gatel-gatelnya masih muncul. “apa jangan-jangan alergi daging juga?”

Hmm, kegalauan seperti ini pasti dirasakan orang tua yang punya anaknya pengidap alergi.

“di satu sisi kita ingin alergi ga muncul, tapi disisi lain pasti gizinya tidak terpenuhi”

Itulah yang membuat kami terus nyari solusi ikhtiar yang lain.

dr. Anang Endaryanto, Sp.A[K]

Selanjutnya yang kami kunjungi adalah dr. Anang Endaryanto, Sp.A[K] yang ada di Gayungsari. Kami baru ngeh, ternyata di jalan kembar Gayungsari terdapat praktek dokter spesialis alergi anak (padahal pernah tinggal 1 tahun di Elveka).

Disini kami diberikan list atau daftar makanan-makanan pemicu alergi anak kami, dan kami diminta nyentang sendiri.

Jika dilihat ya memang sama dengan hasil Prof. Ariyanto.

Dari sini, kami pun tetap kurang puas, karena si anak semakin kurus (karena pilih-pilih makanan), akhirnya kami loss kan, karena malah takut kekurangan gizi,

“lebih baik gatal-gatal, bisa ada obatnya. Daripada kurang gizi yang akan lebih fatal akibatnya”

Sampai pada si kecil berusia 3.5 tahun, dan luka alerginya sampai bernanah 🙃

Tiba-tiba Istri menganjurkan ke pengobatan alternatif, apa itu,

Terapi alergi elektromagnetik! atau Bio-e

Kami mencoba kesana, lokasinya di Surabaya Barat.

Setelah sekali pertemuan, tiba-tiba saya pribadi kurang sreg, kenapa?

Anda harus coba sendiri, hehehe 😊

Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD, KAI, FINASIM

Dan yang terakhir yang kami kunjungi adalah Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD, KAI, FINASIM. Beliau praktek di dua tempat, RS Husada Utama dan RS Darmo.

Pada waktu itu, kami memilih Husada, karena sudah nyaman dengan pelanyanannya.

Kami dapat antrian ketiga, namun tahu berapa jam kami menunggu 2 orang pasien?

2 jam !

Sampai-sampai kami tinggal untuk makan malam di kantin (dekat ruang jenazah 😁)

Kok bisa antri lama?

itu yang menjadi pertanyaan kami, “ngapain aja itu di dalem?”

Dan akhirnya kita mendapat giliran masuk.

Daann, ALHAMDULILLAH banget, dr. Gatot sangat-sangat ramah.

Beliau menjelaskan sangat detail sekali.

Saya baru merasakan pelayanan dokter yang begitu prima seperti dr. Gatot sepanjang hidup, seriously!.

Beliau sampai memberikan kita buku-buku tentang alergi.

Kami diskusi panjang lebar (hampir 45 menit).

Kami ditawari untuk langsung “jurus pamungkas” alergi, alias dengan suntik. Tapi beliaunya bilang kalau mau pakai cara konservatif dulu, alias pakai salep dkk dan juga diberikan surat pengantar untuk tes alergi via pengambilan darah. Dan jika dari satu bulan ternyata belum ada tanda-tanda membaik, barulah dilakukan suntik alergi.

Dan kita pun akhirnya membeli 3 salep sesuai saran dr. Gatot. Selain itu, kami melakukan tes alergi via pengambilan darah di klinik Pramita (biayanya sekitar 2 juta).

Setelah 1 hari menunggu hasil dari tes darah Pramita, hasilnya nihil, kami sempat bingung, ini apa tidak salah? Kok hasil tes darahnya memunculkan hasil nihil? alias tidak alergi pada apapun?. Hmmm.

Akhirnya kami tetap sabar menunggu reaksi salep-salep yang diberikan dr. Gatot.

Setelah menunggu 1 bulan, dan hasilnya belum kelihatan. Masih hanya sekitar berkurang 10% saja. Maka dari itu kami datang lagi ke dr. Gatot setelah 1 bulan.

Kali ini kami memilih RS Darmo, biar tidak terlalu jauh dari rumah.

Dalam kunjungan kali ini, dr. Gatot tidak langsung menyarankan untuk suntik, beliau meresepkan Vit D, karena tidak sedikit kasus alergi pada anak, ternyata disebabkan si anak kekurangan Vit. D. Dan beliau bilang jika Vit. D ini habis, dan tidak ada tanda-tanda membaik, akhirnya kami pun diminta untuk datang lagi dan langsung suntik.

Setelah Vit. D habis, kondisi hampir tidak berubah, akhirnya beberapa hari berselang, kami datang kembali ke RS Darmo.

Dan Alhamdulillah anak saya mendapat suntikan.

Product

Ini isi suntikannya, FLAMICORT, mengandung Triamcinolone, yang kalau kita selidiki adalah turunan dari Steroid.

Kami baru tahu setelah pulang dari RS. Darmo, hehe.

Yaa semoga tidak ada efek samping lanjutan (tahu kan efek samping Steroid? apalagi buat anak-anak)

Dan Alhamdulillah setelah 3 pekan suntik, perlahan luka dan gatal si kecil hilang, dan kata dr. Gatot, reaksi obat ini bertahan 1 – 3 bulan. Dan semoga setelah itu tidak kambuh lagi alerginya, atau memang jika kambuh, segera dilakukan terapi konvensional (salep-salep) agar tidak sampai luka dan mengganggu.

Karena suntik ini terlalu riskan juga jika terlalu sering buat anak kecil.

 

Sekian review dari kami, semoga membantu ayah-bunda yang membaca ini.

Barakallahufiikum.

0 0 vote
Article Rating

Komentar

Komentar

Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

15 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Rini Davidsony
Rini Davidsony
2 months ago

Terapi bio e dmn

Via
Via
2 months ago

Sekarang bagaiman keadaan si kecil . Apa.masih alergi . Dan masih terus kosul k dokter gatot ?

Via
Via
2 months ago

Apa masih pakek Salep itu yg diresepkan dokter gatot ? Ank saya baru 8 bln dan mulai mucul2 alergi .sampai bingung mau kasih maknan apa . Awalnya alergi ayam .tapi kok lama2 saya ksih daging jga reaksi sama . Dokter gatot ini yg di rs husada utama spesialis penyakit dalam itu bukan ya ?

Lestari
Lestari
1 month ago

Maaf mau nanya.. salepnya apa ya. Ini mirip sekali dengan anak saya. Sampai sekarang gatal2 nya muncul terus

CAA
CAA
1 month ago

Salepnya pakai apa ? Karena anak saya juga alergi…tp gak tau alergi apa karena hampir semua makanan kadang muncul beruntusan gitu digaruk sampai luka

CAA
CAA
1 month ago

Alergi anak

Perwita
Perwita
30 days ago

Mohon maaf ikut curhat agak panjang ya. Anak saya lebih dr 2 bulan bentol2 gatel umurnya masih 11 bulan klo malam tidurnya gak tenang mgkn gatel. Pertama saya bawa ke dsa gunawan praktek di bratang baca2 di review banyak yg cocok anak alergi habis periksa katanya anak saya alergi telur n seafood sampai 3 minggu lebih diet dan minum obat dan 2x konsul dokter ga sembuh. Akhirnya ke dr anang tetapi ternyata dr anang udh sebulan ini gak praktek diganti dr azwin di gayungsari. Oleh dr azwin sm disuruh diet macam2 sampai susunya ganti soya. Ini sudah seminggu masih bentol2… Read more »

Perwita
Perwita
23 days ago

Kmrn gak dikasih salep sama sekali. Akhirnya sy konsul ke dsa jogja (dl lahiran di jogja) ternyata anak saya di dr azwin dikasih antibiotik pdhal sebisa mgkn antibiotik jangan dikasih ke anak dr situ saya ganti dokter lain (yg di jogja) dikasih salep racikan. Ini 4 hari masih sm aja gak berkurang. Perjalanan cari penyebabnya sangat menguras tenaga ya hehehe
Oya mau tanya udh pernah coba ke dokter kulit? Mungkin ada rekomendasi yg cocok utk anak2