Review 4 Dokter Alergi Anak di Surabaya

Sebenarnya ini saya minta istri untuk nulis, tapi karena segala kesibukannya, belum terlaksana sampai saat ini.

Alhamdulillah, saya diberikan Allah hadiah spesial sejak kecil, alergi. Dan alergi saya adalah gatal-gatal hingga kulit luka dan membekas seperti gambar dibawah ini.

alergi
Bekas alergi ketika kecil (nyomot dari internet, jadi bukan kaki saya sendiri, but mirip)

Saya ingat pada saat TK, sampai-sampai kaki saya dikelilingi lalat 😅(karena saking banyaknya luka terbuka akibat alergi). Dan dulu banyak yang bilang karena saya alergi susu sapi, maka dari itu susu formula saya sampai ganti yang susu kedelai, merk “Bonus” (sekarang sudah discontinue kayaknya).

Singkat cerita, ternyata hadiah itu terwariskan ke anak-anak, Barakallah.

Ketika umur 1 tahun, anak pertama langsung luka-luka akibat gatal dan digaruk di bagian pipi. (Gambar menyusul ya, nyari arsipnya lama 😄)

Akhirnya saya dan istri berikhtiar untuk konsultasi ke dokter di area Surabaya.

Sebelum ke spesialis alergi, kami sudah mengunjungi dokter spesialis anak, dr. Achmad Yuniari Sp.A. dan dr. Diana Sp.A, tapi belum menemukan solusi yang signifikan,

  • Kami dapat krim dari beliau-beliau yaitu Sudocream, ga ngaruh.
  • Terus beli Sebamed. ga ngaruh.
  • Beli elocon di suru beberapa orang. Ngaruh, tapi takut steroid
  • Beli sabun dan lotion cetaphil restoraderm, ga ngaruh
  • Beli sabun dan lotion mustela stelatopia ga ngaruh
  • Ke dokter lain dan di suru pake physiogel. Kita beli ga ngaruh juga
  • Beli krim QV yg katanya bagus di ausssie ternyata ga ngaruh

maka dari itu kami memutuskan untuk langsung ke dokter spesialis alergi.

1. Prof. Dr. dr. S. Sahat Pohan

Yup, dokter yang kami kunjungi pertama kali adalah Prof. Dr. dr. S. Sahat Pohan, yang praktik di Raya Kertajaya Indah. Beliau adalah Spesialis Kulit dan Kelamin, dan juga ada embel-embel (K) yang berarti Konsultan.

Kami mengunjungi Prof. Sahat karena adik ipar saya sering mengunjungi beliau (case jerawat). Maka dari itu sekalian kami kesitu.

Ketika periksa, anak saya agak sedikit takut memang (wajar ya anak 2 tahun), kemudian setelah beberapa saat, Prof. Sahat bilang bahwa anak saya alergi debu. Hmm, saya dan istri sempat beberapa saat berfikir, perasaan di rumah ya ga kotor-kotor amat. Tapi okelah, kami terima pesan tersebut.

Dan beliau meresepkan sabun cair yang tanpa deterjen, Ceradan.

Image result for ceradan wash

 

2. Prof dr Ariyanto Harsono SpA(K)

Setelah sekitar 6 bulan berlalu, ternyata tidak ada tanda-tanda membaik, akhirnya kami putuskan untuk cari second opinion. Dan setelah istri mencari-cari, kami pilih Prof DR Dr Ariyanto Harsono SpA(K) yang praktik di Apotik Kimia Farma Jl. Raya Darmo.

Sebelum itu, istri beli sabun baru, rekomendasi dari selebgram @mmehuillet. Yaitu LRP

Image result for laroche posay soap

Tapi hasilnya belum juga signifikan. Namun sabunnya lebih enak daripada Ceradan, akhirnya tetap dipakai sampai kami menulis blog ini.

Setelah mengantri cukup lama, akhirnya anak saya diperkenankan masuk, dan langsung menjalani tes alergi berupa tes tusuk kulit (prick test).

Image result for tes tusuk kulit

Dan hasilnya hampir alergi semua makanan, kecuali daging sapi, sayuran dan buah 🤣

Dan akhirnya selama berbulan-bulan, si kecil cuma makan olahan daging saja, mulai dari dibuat soto, rawon, oseng-oseng, dll.

Tapi lama-lama kasihan juga, dia kayak bosen “kok daging terus?”

Itupun gatel-gatelnya masih muncul. “apa jangan-jangan alergi daging juga?”

Hmm, kegalauan seperti ini pasti dirasakan orang tua yang punya anaknya pengidap alergi.

“di satu sisi kita ingin alergi ga muncul, tapi disisi lain pasti gizinya tidak terpenuhi”

Itulah yang membuat kami terus nyari solusi ikhtiar yang lain.

dr. Anang Endaryanto, Sp.A[K]

Selanjutnya yang kami kunjungi adalah dr. Anang Endaryanto, Sp.A[K] yang ada di Gayungsari. Kami baru ngeh, ternyata di jalan kembar Gayungsari terdapat praktek dokter spesialis alergi anak (padahal pernah tinggal 1 tahun di Elveka).

Disini kami diberikan list atau daftar makanan-makanan pemicu alergi anak kami, dan kami diminta nyentang sendiri.

Jika dilihat ya memang sama dengan hasil Prof. Ariyanto.

Dari sini, kami pun tetap kurang puas, karena si anak semakin kurus (karena pilih-pilih makanan), akhirnya kami loss kan, karena malah takut kekurangan gizi,

“lebih baik gatal-gatal, bisa ada obatnya. Daripada kurang gizi yang akan lebih fatal akibatnya”

Sampai pada si kecil berusia 3.5 tahun, dan luka alerginya sampai bernanah 🙃

Tiba-tiba Istri menganjurkan ke pengobatan alternatif, apa itu,

Terapi alergi elektromagnetik! atau Bio-e

Kami mencoba kesana, lokasinya di Surabaya Barat.

Setelah sekali pertemuan, tiba-tiba saya pribadi kurang sreg, kenapa?

Anda harus coba sendiri, hehehe 😊

Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD, KAI, FINASIM

Dan yang terakhir yang kami kunjungi adalah Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD, KAI, FINASIM. Beliau praktek di dua tempat, RS Husada Utama dan RS Darmo.

Pada waktu itu, kami memilih Husada, karena sudah nyaman dengan pelanyanannya.

Kami dapat antrian ketiga, namun tahu berapa jam kami menunggu 2 orang pasien?

2 jam !

Sampai-sampai kami tinggal untuk makan malam di kantin (dekat ruang jenazah 😁)

Kok bisa antri lama?

itu yang menjadi pertanyaan kami, “ngapain aja itu di dalem?”

Dan akhirnya kita mendapat giliran masuk.

Daann, ALHAMDULILLAH banget, dr. Gatot sangat-sangat ramah.

Beliau menjelaskan sangat detail sekali.

Saya baru merasakan pelayanan dokter yang begitu prima seperti dr. Gatot sepanjang hidup, seriously!.

Beliau sampai memberikan kita buku-buku tentang alergi.

Kami diskusi panjang lebar (hampir 45 menit).

Kami ditawari untuk langsung “jurus pamungkas” alergi, alias dengan suntik. Tapi beliaunya bilang kalau mau pakai cara konservatif dulu, alias pakai salep dkk dan juga diberikan surat pengantar untuk tes alergi via pengambilan darah. Dan jika dari satu bulan ternyata belum ada tanda-tanda membaik, barulah dilakukan suntik alergi.

Dan kita pun akhirnya membeli 3 salep sesuai saran dr. Gatot. Selain itu, kami melakukan tes alergi via pengambilan darah di klinik Pramita (biayanya sekitar 2 juta).

Setelah 1 hari menunggu hasil dari tes darah Pramita, hasilnya nihil, kami sempat bingung, ini apa tidak salah? Kok hasil tes darahnya memunculkan hasil nihil? alias tidak alergi pada apapun?. Hmmm.

Akhirnya kami tetap sabar menunggu reaksi salep-salep yang diberikan dr. Gatot.

Setelah menunggu 1 bulan, dan hasilnya belum kelihatan. Masih hanya sekitar berkurang 10% saja. Maka dari itu kami datang lagi ke dr. Gatot setelah 1 bulan.

Kali ini kami memilih RS Darmo, biar tidak terlalu jauh dari rumah.

Dalam kunjungan kali ini, dr. Gatot tidak langsung menyarankan untuk suntik, beliau meresepkan Vit D, karena tidak sedikit kasus alergi pada anak, ternyata disebabkan si anak kekurangan Vit. D. Dan beliau bilang jika Vit. D ini habis, dan tidak ada tanda-tanda membaik, akhirnya kami pun diminta untuk datang lagi dan langsung suntik.

Setelah Vit. D habis, kondisi hampir tidak berubah, akhirnya beberapa hari berselang, kami datang kembali ke RS Darmo.

Dan Alhamdulillah anak saya mendapat suntikan.

Product

Ini isi suntikannya, FLAMICORT, mengandung Triamcinolone, yang kalau kita selidiki adalah turunan dari Steroid.

Kami baru tahu setelah pulang dari RS. Darmo, hehe.

Yaa semoga tidak ada efek samping lanjutan (tahu kan efek samping Steroid? apalagi buat anak-anak)

Dan Alhamdulillah setelah 3 pekan suntik, perlahan luka dan gatal si kecil hilang, dan kata dr. Gatot, reaksi obat ini bertahan 1 – 3 bulan. Dan semoga setelah itu tidak kambuh lagi alerginya, atau memang jika kambuh, segera dilakukan terapi konvensional (salep-salep) agar tidak sampai luka dan mengganggu.

Karena suntik ini terlalu riskan juga jika terlalu sering buat anak kecil.

 

Sekian review dari kami, semoga membantu ayah-bunda yang membaca ini.

Barakallahufiikum.

54 komentar untuk “Review 4 Dokter Alergi Anak di Surabaya”

    1. Yusuf Kurniawan

      Alhamdulillah, Kalau alergi masih, tapi ga separah dulu. Ketika muncul gejala gatel, langsung kami beri salep. Jadi tidak sampai lecet atau luka.

      Alergi pada anak kecil hanya masalah waktu, makin dewasa insyaAllah makin hilang alergi nya. Begitu salah satu ucapan dokter Gatot, dan memang saya pribadi dulu juga seperti itu. Waktu SD kelas 2 sudah mulai hilang alergi dari TK.

      1. Apa masih pakek Salep itu yg diresepkan dokter gatot ? Ank saya baru 8 bln dan mulai mucul2 alergi .sampai bingung mau kasih maknan apa . Awalnya alergi ayam .tapi kok lama2 saya ksih daging jga reaksi sama . Dokter gatot ini yg di rs husada utama spesialis penyakit dalam itu bukan ya ?

        1. Yusuf Kurniawan

          Sampai sekarang masih pakai.

          Jadi kalau dia ngerasa gatel atau mulai garuk-garuk, langsung kita pakaikan salep.
          Biar nanti ga terlanjut lecet.
          kalau terlambat dan sampai lecet penangannya agak susah.

          1. Maaf mau nanya.. salepnya apa ya. Ini mirip sekali dengan anak saya. Sampai sekarang gatal2 nya muncul terus

      2. Salepnya pakai apa ? Karena anak saya juga alergi…tp gak tau alergi apa karena hampir semua makanan kadang muncul beruntusan gitu digaruk sampai luka

  1. Mohon maaf ikut curhat agak panjang ya. Anak saya lebih dr 2 bulan bentol2 gatel umurnya masih 11 bulan klo malam tidurnya gak tenang mgkn gatel. Pertama saya bawa ke dsa gunawan praktek di bratang baca2 di review banyak yg cocok anak alergi habis periksa katanya anak saya alergi telur n seafood sampai 3 minggu lebih diet dan minum obat dan 2x konsul dokter ga sembuh. Akhirnya ke dr anang tetapi ternyata dr anang udh sebulan ini gak praktek diganti dr azwin di gayungsari. Oleh dr azwin sm disuruh diet macam2 sampai susunya ganti soya. Ini sudah seminggu masih bentol2 pdhal obatmya paitnya minta ampun katanya krn udh mulai infeksi bentolnya tp anak sampai trauma minum obat pdhal biasanya gampang bgt jd tiap minumin ibu dan anaknya nangis bareng. Yg mau saya tanyakan utk dr gatot itu apakah ada praktek rumah? Krn skrg ke RS agak rawan covid19

    1. Yusuf Kurniawan

      Obat pahit apa ya?
      Kadang bener-bener ga tega kalau masih 11 bulan dipaksa minum obat oral.

      Sependek yang kami tahu, dokter Gatot hanya praktek di Husada Utama & RS. Darmo ibu,
      Iya, kondisi seperti ini memang membuat galau. Saran dari kami pribadi, tetep stay di rumah saja, karena mudharat nya lebih besar daripada manfaatnya.

      Surabaya sekarang jadi episentrum baru untuk Covid.

      Ibu sudah pakai salep apa untuk gatal2 dan infeksi nya?

      1. Kmrn gak dikasih salep sama sekali. Akhirnya sy konsul ke dsa jogja (dl lahiran di jogja) ternyata anak saya di dr azwin dikasih antibiotik pdhal sebisa mgkn antibiotik jangan dikasih ke anak dr situ saya ganti dokter lain (yg di jogja) dikasih salep racikan. Ini 4 hari masih sm aja gak berkurang. Perjalanan cari penyebabnya sangat menguras tenaga ya hehehe
        Oya mau tanya udh pernah coba ke dokter kulit? Mungkin ada rekomendasi yg cocok utk anak2

        1. Yusuf Kurniawan

          Prof Pohan (daftar no.1 diatas) itu salah satu dokter spesialis kulit & kelamin paling senior di Surabaya bu.

        2. Sy pernah konsul dr spkk konsultan..disarankan salep bergantian antara desonid dan mometason…juga diberikan resep bedak asidum borikum 3% zinc oxid 10% talk 40gram…dan obat oral cetirizine siru stiap hari…jika membaik cetirizine diminum slang 1hari..sy pernah ikut webinar anak disarankan oral cetirizine jangka panjang bisa 1 sd 3bulan utk meredam reaksi alergi..obat ini ckup aman dikonsumsi anak..1 kasus di luar negri pernah menerapkan pemberian cet oral umur 12bulan sd 18bulan

      2. Skrg rs darmo membuka layanan konsultasi online dg aplikasi webex…anak sy jg mau sy konsulkan online sdang mendaftar ke rs darmo..caranya bs dilihat di ig rsdarmo

          1. Sayangnya ternyata dr.Gatot tidak menerima konsultasi online..padahal sy sangat membutuhkan konsultasi dg dr.ahli alergi anak…trimakasih jg atas info bahwa dr.Anang tidak praktek…sbnarnya sy dirujuk ke dr.Anang…Pak Yusuf trimakasih banyak sharingnya ckup membantu meredakan kegalawan…anak sy skrg umur 1th…alergi susu sapi dg gejala pencernaan dan kulit..akirnya harus ganti susu neocate 1bulan ini dan konsumsi probiotik baru 5hari hingga bab nya sdh relatif hampir baik…makannya jg hanya nasi dan sayur2 tanpa protein hewani..sy takut memberi daging krn trauma dg diare2 yg kmarin2..tapi gejala bentol2 merahnya masih ada padahal sdh tidak makan apa2… bentolnya tidak banyak mgkn total belasan.. di tangan kadang betis wajah dan punggung..sy beri salep bisa hilang dalam 2 3 hari tapi muncul ruam baru lagi…sy beri cetirizin sirup 1mgu ini bentolnya berkurang menjadi mgkin skitar 5buah…kira2 mmg bgitu ya, sudah diet ga makan apa2 tapi bentol2 ttap ada ya? Itu yg membuat berat pikiran sy..syukurnya anak sy ttap doyan susunya mzki tidak enak skali rasanya amis sperti minyak ikan dan ada pahit2nya sdikit …makan itu2 saja syukur nafsu makannya ttap tinggi..bb umur 1th skrg skitar 9.6 kg..mhon sharingnya Bapak…lalu utk tes alergi sbaiknya dilakukan umur brapa ya..kl umur 1th rasanya masih tll dini dan hasilnya sy lihat kok tidak representatif ya…jd malas tes alergi…

          2. ibu, Kita senasib (hugs virtual) anak saya alergi susu sapi juga, dan sdh konsumsi neocate sejak usia 4 bulan sampai sekarang 15 bulan, mau konsumsi apapun tapi salah dikit makanan langsung pengaruh ke poop dan bentol merah di kulit,karena blm tahu alergi makanan apa saja selain susu sapi saya di anjurkan ke prof Ari di Darmo sama DSA nya, baru akan. sekarang apa msh konsumsi neocate Bu?

          3. kasusnya seperti yg anak saya alami bu. berarti walaupun minum susu neocate tidak menjamin alergi berkurang ya ? karena waktu umur 6 bulan pernah minum neocate ternyata anak saya tidak doya rasanya pait,. sampai sekarang konsumsi morinaga soya

          4. Yusuf Kurniawan

            iya tidak menjamin juga.
            tetap ikhitar bu.
            InsyaAllah semua tentang waktu.
            Jadi memang kudu sabar.

  2. Apa benar tes darah dipramita hasilnya nihil?sy barusan tes alergi tp hasil blm keluar…klo sampai nihil percuma donk krn od kenyataannya alergi

    1. Yusuf Kurniawan

      Punya anak saya iya. nihil.

      Awalnya juga bingung. Tapi kata dokter, memang bisa seperti itu.

  3. Kalo boleh tau biayanya setiap kali suntik + biaya dokternya brp? Saya mau coba nnti kalo corona sdh reda, soalnya saya alergi dr umur 4 tahun smp skrg umur 20 tahun msh blm sembuh juga 🙁

  4. Anak saya yg kedua juga dulu alergi setelah coba banyak dokter sekitar tahun 2013/2014 anak saya suntik di dr Anang suntiknya hampir setiap hari. Selama bbrp bulan pada waktu itu setiap hari 100.000. Seharusnya waktu itu disuruhnya 4 tahap atau gmn saya lupa. Waktu ditahap kedua sempat putus 1 minggu dan disuruh ulang dr awal. Tapi pada saat itu kondisi sudah cukup bagus tidak parah alerginya. Pipinya sudah ga merah badannya kakinya sudah ga trlalu luka dan gatal. Trus saya ulang 1 bulan. Dan semakin bagus lalu tidak saya selesaikan. Tp solusi suntik itu mmg paling ampuh utk yg alerginya sudah parah.
    Itu pengalaman saya dulu.

    Dan skrg anak ketiga saya ada alergi tapi tidak separah kakaknya. Dulu saya diberi resep sabun batang dan physiogel. Yang saya mau tanya untuk sabun batang yg direspkan dr Anang merk apa yah krn itu murah dan ampuh, apakah ada yang tahu?

  5. Ikut bertanya dong..
    Anak saya dari umur 1th tubuhnya keluar bercak2 merah kadang ada yg bentol2 juga.
    Ada yg gatal ada yg gk.
    Selama ini saya kasih cetirizine drop.
    Setiap minum itu bercak&bentol nya langsung hilang.
    Tapi akhir-akhir ini alerginya jadi lebih sering keluar.
    Cetirizine nya cuma bertahan 2 hari setelah itu alergi keluar lagi.
    Sekarang umurnya sudah 2,5th.
    Dulu dapat resep cetirizine dari dokter anak di RSIA Kirana katanya itu kemungkinan alergi udara.
    Tapi walaupun sudah dikupas&mandi air dingin pun alergi masih keluar.
    Mau coba ke dokter spesialis alergi anak tapi masih bingung…

  6. Terapi bio e saya pernah coba di Malang, Rumah Sakit Persada Dr Irene. Tes nya alat dari Jerman, hanya menggunakan air ludah di tissue lalu diproses dengan alatnya. Hasilnya saya alergi kacang-kacangan, susu sapi dan turunannya, nyamuk, jeruk, bulu kucing, bulu hewan kecuali anjing, kaporit, telur, dan debu. Terapinya dengan gelombang elektromagnetik, biasanya sekitar 2 jam, sampai tidur😂. Biaya sekali datang perawatan 300.000-500.000. Alergi berkurang cukup drastis waktu perawatan disana, alergi susu sapi berkurang bisa minum susu sapi sampai 6 bulan setelah terapi, tapi setelah itu berhenti terapi karena covid sekarang kumat lagi.. mungkin bisa membantu🙏

  7. Setelah dilakukan Suntik Flamicort, bagaimana keadaan si Kecil, Bang?
    Apakah Alerginya sembuh?

    Anak saya sejak kecil mengalami Alergi kulit. Dan sampai skarang, sudah berumur 10 tahun, alerginya belum sembuh.

      1. Kak izin brtnya..
        Slama ikhtiar untuk terapi anak ini..
        Jenengan dan istri , sistem momongny bgmn kak..
        Dua duany karir?
        Pa kah putra Jenengan pernah ke daycare kak??

  8. Pak yusuf, ank bpk suntik flamicordnya brapa kali ya pak hingga sampai berkurang? Dan brp bulan sekali? Untuk flamicord tersebut setelah disuntikkan apkh bengkak dan membuat ank bpk mnangis terus? Untuk ank bpk berarti selain kekulit dia jg kepencernaan ya krn susah makan?

  9. malam ikt join pak.. untk saat ini bgmn untuk pencetus alergi anak bapak apa sdh ktemu? apa msh sering kambuh ya? untuk suntiknya, brti ya cm 2x yg di postingan aja ya?

  10. Salam kenal bapak ibu, anak ku juga sama alergi dari awal lahir sekarang umur nya 8 bulan, waktu umur 3 bulan anak ku tes alergi di kimia farma, atas anjuran dsa, di ambil darah nya, setelah di cek ternyata anak ku lumayan banyak alergi nya, mulai dari putih telur, gandum, bulu bulu unggas, lumayan banyak, dan skrg mpasi susah banget bun, karna banyak alergi makanan jadi bingung ngasih makan nya, sedih banget, mana anak nya asi, kalo saya salah makan langsung muncul merah ruam,
    Aku juga ada obat oles nya bun, ini ngaruh banget di anak ku nama salep nya motaderm

  11. Wardatul Mufidah

    Anak saya alergi makanan dan minuman.. Batuk terus menerus hingga disertai muntah².. Apakah bisa di suntik sperti contoh di kakak?

  12. Untuk alergi tdk ada obatnya kl tdk bisa dihindari pemicunya bisa melakukan imuno terapi di dr anang endaryanto
    Anak sy sdh 11th yg lalu dan saat ini kasus anak alergi meningkat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *