dalam Kehidupan

Peneliti dari University of Rochester memutuskan untuk mereplikasi Marshmallow Experiment. (Anda bisa membaca penelitian terbaru disini.)

Namun ada beberapa aspek yang dibedakan,

Sebelum menawari marshmallow kepada anak-anak, peneliti membagi mereka kedalam dua kelompok yang berbeda.

Grup Pertama : Diberikan serangkaian pengalaman yang tidak dapat diandalkan

Sebagai contoh, para peneliti memberikan satu kotak kecil krayon dan menjanjikannya untuk membawakan kotak krayon yang lebih besar, tapi para peneliti mengingkari janjinya (tidak pernah membawakan yang besar). Kemudian peneliti juga membawakan stiker tempel lucu, dan menjanjikan akan membawakan yang lebih banyak dan lebih lucu lagi, tapi para peneliti sengaja untuk tidak pernah membawakannya lagi.

Grup kedua : Diberikan serangkaian pengalaman yang dapat diandalkan

Para peneliti menjanjikan krayon yang lebih besar dan mereka benar-benar memberinya, dan juga menjanjikan stiker yang lebih bagus dan lebih lucu, dan para peneliti juga memberikannya.

Kita bisa membayangkan efek dari pengalaman diatas ketika setelah itu mereka diberikan Marshmallow Experiment.

Yupp, anak-anak pada grup 1 tidak punya alasan lain lagi untuk mempercayai para peneliti yang menjanjikan akan membawakan marshmallow kedua, maka dari itu, ketika di tes Marshmallow Experiment mereka tidak menunggu waktu lama langsung memakannya.

Sementara itu, anak-anak pada Grup 2, dimana mereka sudah mempunyai pengalaman Delayed Gratification yang positif. Mereka menganggap bahwa “menunggu untuk kepuasan” itu sangat berharga dan bermanfaat dan hasilnya mereka mempunyai kemampuan untuk menunggu, hasilnya mereka mempunyai rata-rata 4x waktu tunggu yang lebih baik dari grup 1.

Maka dari itu, kemampuan Delayed Gratification dan Self-Control menurut hasil penelitian diatas adalah bukan sifat bawaan dari lahir, namun lebih dipengaruhi pengalaman yang pernah mereka alami dan juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Maka dari itu, jagalah circle pertamanan dan lingkungan anda. Pastikan mereka merupakan orang-orang yang tidak suka cara-cara instan untuk merengkuh kesuksesan.

Siapa mereka? Orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah.

Karena mereka tidak percaya Delayed Gratification dengan adanya Surga & Neraka-Nya.

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.”

(HR. Abu Daud, no. 4833)

 


Wallahu A’lam

Baarakallahufiikum

 

Baca juga Merasa Belum Sukses? Tinggalkan Sahabtmu

0 0 vote
Article Rating

Komentar

Komentar

Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
  • Konten Terkait dengan Tag