Alhamdulillah, Paper Terpublished Untuk Kali Pertama

Dua tahun ini melalang buana di dunia akademis, dengan masuk ke Magister Sains Ekonomi Islam Universitas Airlangga, dan atas izin Allah salah satu kado yang saya raih adalah paper terpublish pada JEBIS (Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam).

Dengan judul

THE CORRUPTION AND HUMAN DEVELOPMENT TO THE ECONOMIC GROWTH: EVIDENCE FROM OIC COUNTRIES

Link Download = https://e-journal.unair.ac.id/JEBIS/article/view/20472/13039


Baarakallahufiikum.

5 komentar untuk “Alhamdulillah, Paper Terpublished Untuk Kali Pertama”

  1. Pingback: Systematic Literature Review pada Skripsi atau Tesis — Yusuf Kurniawan

  2. Lah, ya jelas aja HDI berkorelasi dengan GDP Growth. Lah rumus angka HDI salah satu komponen-nya adalah GDP per capita. Paper meaningless ini. Definisi korupsi di masing2 negara juga beda.
    Korupsi itu lebih tepat jika dilihat dari perspektif class struggle, siapakah yang diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi, dan semerata apakah power untuk menentukan masa depan masing2 individu di negara bersangkutan. Banyak negara yang ekonomi tumbuh, tapi gaji stagnan contohnya. Itu karena class bourgeoisie selalu berkepentingan untuk menekan gaji serendah mungkin (cth: semua orang disuruh kuliah sarjana, serikat buruh dibatasi, demo dibatasi, “Sudah diatas UMK” juga sering jadi alasan justifikasi gaji rendah).
    Anyway, class struggle macam gini akan selalu ada bahkan di EKONOMI MUSLIM sekalipun. Bahkan mungkin bisa lebih parah. Karena dengan halol haram ekonomi muslim, pasti dibutuhkan lembaga pengontrol masyarakat yang bisa ngecap halol haram seenak selangkangan.
    Korupsi itu hanyalah produk dari class struggle, itu kenapa dia tidak secara direct menghambat GDP growth. Lagian, apa sih arti GDP growth itu sendiri. Semua angka itu sifatnya relatif, apakah GDP Growth 1% jelek? Tergantung. Ada negara kecil, minyak melimpah, gampang saja bikin angka GDP subur, dengan catatan harga minyak dunia enggak anjlok (makanya diciptakan organisasi2 kartel minyak mcm OPEC, dll). Ketika udah kaya, minyak habis, jualan property overpriced (macam Dubai), jadi tempat markir duid yang entah sumbernya dari mana. Coba kalo mau riset selanjutnya, riset antara korelasi ECI (Economic Complexity Index) dan corruption. Yang lebih meaningful gitu loh, jgn cmn stating the obvious.

  3. Atau kalau mau lebih keren, riset efek korupsi dengan seberapa robust ekonomi suatu country ketika menghadapi economic downturn. Secara intuitif, korupsi akan semakin punya efek yang kuat ketika ruling class mempunyai power semakin besar (makanya ga usah ada majelis halol haram lah). Ketika ekonomi semakin bebas, korupsi tidak akan banyak berpengaruh, bahkan ada argumen korupsi dapat menstimulasi growth (industri yang powerful menjadi semakin powerful karena bisa melobi pemerintah). Nah tapi growth ekonomi yang satu dimensi kyk gitu bakal dites ketika ada economic downturn. Jika pemerintah mampu melakukan fungsi regulasi dan balancing nya dengan baik, harusnya ketika jatuh engga sakit2 amat. Ini belum juga membahas efek ke environment, dll.

  4. Dan kalo lu mau berani, coba bandingin Secular Values Index dengan Corruption Index, dan Economic Complexity Index. Kalo menurut gw ya, ECI ini top sih, GDP Growth tinggi kalo didapat dari jualan sawit sama batu bara doang, atau dari hasil manipulasi harga minyak ala cartel Arab, ya percuma. Kalo bisa itu jualan pesawat terbang, supercar, gitu napa. Nah terus apa lu ga pgn tahu apakah negara yang semakin sekular bakal lebih kompleks ekonomi nya, ataukah negara yang semakin religius? Berani engga? Kalo lu engga berani ya berarti scholar ekonomi islam beraninya cherrypicking data doang, engga berani cari kemungkinan2 asumsi2 lu di-falsify. Science itu falsifiable bung, kalo lu engga berani nantang asumsi2 di ekonomi Islam ya sama aja itu mimpi orang mabok di kandang kambing, bukan sains.

    1. Yusuf Kurniawan

      terima kasih kritik & sarannya. Semoga bisa menjadi poin-poin masukan untuk next research.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *